Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Borneo Tarakan pada Rabu, 13 Mei 2026. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., bersama Dekan Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kolaborasi dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pengembangan program studi dan kurikulum, program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan kuliah tamu. Selain itu, kerja sama juga mencakup penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah bersama pada jurnal nasional maupun internasional, seminar dan konferensi ilmiah, hingga pelibatan reviewer dalam penulisan jurnal akademik.

Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, FEM IPB dan Universitas Borneo Tarakan akan mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian bersama antara dosen dan mahasiswa, termasuk publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya itu, kedua institusi juga sepakat untuk mengembangkan berbagai program penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti pelatihan, lokakarya, seminar, simposium, dan workshop, serta kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan dosen dan mahasiswa. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara FEM IPB dan Universitas Borneo Tarakan dapat semakin erat serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan tinggi dan masyarakat luas.

Related Posts