Edukasikan Pentingnya Wakaf, SES-C IPB Gandeng Badan Wakaf Indonesia


edukasikan-pentingnya-wakaf-ses-c-ipb-gandeng-badan-wakaf-indonesia-news

Wakaf dalam agama Islam adalah salah satu instrumen ekonomi yang memiliki potensi sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Tetapi potensi tersebut belum banyak bergeser menjadi kekuatan riil yang mampu berkontribusi besar bagi pembangunan kesejahteraan dan kemartabatan masyarakat, bangsa dan negara.

Atas dasar itu, himpunan program studi Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor yaitu Sharia Economics Student-Club (SES-C) bekerjasama dengan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Bogor Raya serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) menginisiasi The 15th SEASON and BWI-Wakaf Goes to Campus VII Bogor, (26/9) di Kampus Dramaga, Bogor.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai media untuk sosialisasi, edukasi sekaligus meningkatkan literasi wakaf kepada civitas akademika. The 15th SEASON menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, termasuk Bulent Disbudak, dari United Islamic Cultural Centre of Indonesia.

“Wakaf adalah salah satu cara bersedekah di jalan Allah dan juga menstimulasi pendistribusian harta kekayaan dalam masyarakat seperti yang sudah disebutkan dalam Q.S Al-Hasyr 59:7. Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang terus mengalir sampai di akhirat nanti telah mendorong orang-orang untuk melakukan amal jariah ini,” ujar Bulent.

Bulent menambahkan wakaf bisa secara efektif mencegah penimbunan harta berlebih dalam ekonomi dan membuat distribusi harta terus berlanjut sehingga memicu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof Dr ‎Muhammad Nuh‎, wakaf merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dakwah dan menjaga kemartabatan serta bersifat keabadian.

Prof Muhammad Nuh juga mengajak civitas IPB University untuk bersama membangun tradisi sebagai Assabiqun-al awwalun (Kreator-Inovator Kebaikan) dengan mewujudkan Para Sociopreneur Milenial. Menurutnya, membangun ekosistem sociopreneurship bermodal imajinasi, berpikir kritis dan higher order thinking sangat penting di masa kini.

Ia berpesan, untuk berwakaf tidak perlu menunggu kaya dan dewasa. Mahasiswa tentu sangat bisa mulai berwakaf. Kuncinya adalah harus ada komitmen untuk jadikan wakaf sebagai pembiasaan. Sehingga apabila sudah menjadi habit, seseorang akan lebih mudah untuk melakukan sesuatu, termasuk berwakaf tentunya.

“Setiap perguruan tinggi harus membangun gaya hidup baru, untuk membangun peradaban baru, bahwa tiada hari tanpa berwakaf, tiada hari jumat tanpa berwakaf, dan tiada bulan tanpa berwakaf. Dengan wakaf uang dan tersedianya digital atau mobile banking, semua menjadi mungkin,” tegasnya.

Sementara Nana Riana, PhD, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI menyatakan, Cash Wakaf Linked Sukuk merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk pengembangan investasi sosial di Indonesia. Pemerintah memfasilitasi BWI dan para pewakaf agar dapat menginvestasikan uang wakaf pada Sukuk.

“Imbalan sukuk berupa diskonto itu nantinya akan digunakan untuk membangun proyek yang akan menjadi asset wakaf. Misalnya madrasah, klinik kesehatan, pesantren dan sebagainya. Sementara imbalan sukuk berupa imbal hasil setiap bulan akan digunakan untuk pembiayaan program sosial yang dikelola oleh lembaga sosial yang ditunjuk oleh BWI. Dana sukuk wakaf akan kembali 100 persen kepada wakif saat jatuh tempo Sukuk Negara,” urai Nana.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan Prof Dr Ir Agus Purwito, MSc Agr; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr Ir Anna Fariyanti, Msi, Kasubdit Pengamanan Aset Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama RI, Dr Zaenuri, MHum serta Divisi Humas, Sosialisasi dan Literasi (Husoli) Badan Wakaf Indonesia, Susono Yusuf (rizky/Zul ipb.ac.id)

Published Date : 06-Oct-2019

Narasumber : Prof Muhammad Nuh

Kata kunci : Wakaf, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Sharia Economics Student-Club (SES-C), Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) se-Bogor Raya, IPB University