Bogor – Pakar ekonomi syariah Prof Dr Irfan Syauqi Beik menegaskan bahwa umat Islam perlu memiliki tiga pendekatan dalam memahami ajaran Islam yang terdapat dalam kandungan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw.

Menurut Irfan, pendekatan pertama adalah pendekatan keyakinan, yaitu meyakini sepenuhnya kebenaran ajaran Islam sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an tanpa keraguan sedikit pun.

“Ramadan adalah bulan untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Jangan sampai kita beriman sebagian dan mengingkari sebagian yang lain,” ujarnya dalam tausiyah usai pelaksanaan salat Subuh di Masjid Ibn Khaldun Bogor, Rabu (18/3/2026).

Ia mencontohkan dalam konteks ekonomi, seperti larangan riba dan perintah zakat. Menurutnya, seorang Muslim harus tunduk dan patuh terhadap seluruh ketentuan tersebut.

“Ketika Al-Qur’an melarang riba, maka kita harus meyakini bahwa riba itu tidak benar. Jangan sampai, kita beriman kepada Al-Qur’an tapi praktiknya malah mendukung sistem ribawi. Ketika diperintahkan zakat, maka kita harus mengatakan sami’na wa atha’na dan menunaikannya,” kata Irfan.

Ia menambahkan, umat Islam juga harus mendukung berbagai upaya pengembangan ekonomi syariah. Jika terdapat kekurangan dalam praktiknya, maka yang perlu dilakukan adalah memperbaikinya, bukan meragukan prinsip dasarnya.

Pendekatan kedua adalah keilmuan. Irfan menjelaskan bahwa keimanan akan semakin kuat jika didukung oleh pemahaman ilmu yang baik terhadap ajaran Islam, termasuk dalam bidang ekonomi.

Guru Besar IPB University itu mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 7 yang menegaskan agar harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja.

Menurutnya, kondisi sistem ekonomi global saat ini justru menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin melebar, sehingga diperlukan penguatan sistem ekonomi syariah yang memiliki fungsi keadilan sosial.

“Kita melihat sistem keuangan hari ini menciptakan kesenjangan yang sistemik. Karena itu, fungsi sosial keuangan syariah harus diperkuat agar seluruh lapisan masyarakat merasakan keadilan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya akses masyarakat terhadap proyek-proyek strategis. Padahal, menurutnya, berbagai elemen umat seperti organisasi masyarakat Islam bahkan lembaga masjid yang memiliki dana besar memiliki potensi untuk terlibat dalam investasi yang produktif dan bermanfaat serta dijamin negara.

Pendekatan ketiga adalah amal saleh, yakni mengamalkan ilmu yang telah dipahami dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Irfan, dukungan terhadap ekonomi syariah harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Related Posts