Pada hari Jum’at tanggal 26 Juni 2026, telah diselenggarakan Webinar Seri 6 dalam rangkaian diskusi Rembuk Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Sejahtera 2045. Mengangkat fokus utama “Keberlanjutan atas ketersediaan pangan berbasis kesejahteraan petani Indonesia,” acara ini dibuka oleh Dekan FEM IPB University, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, yang menekankan bahwa kestabilan pangan nasional harus berakar pada kesejahteraan ekonomi para petani. Pada kesempatan strategis ini, Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, SP., M.Si., diwakilkan oleh Prof. Dr. Widyastutik, S.E, M.Si.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Widyastutik membedah posisi Indonesia dalam Global Food Security Index serta menyoroti tantangan paradoks spasial, di mana kerentanan pangan masih terkonsentrasi di daerah-daerah terpencil meskipun metrik nasional menunjukkan peningkatan. Menjawab tantangan tersebut, Prof. Dr. Ir. Putri Ernawati Abidin membagikan kisah sukses proyek intervensi ubi jalar daging oranye (OFSP) di Malawi, Afrika. Program diversifikasi berbasis komoditas lokal ini terbukti efektif mengatasi kekurangan gizi (stunting) sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui pengembangan pasar yang terintegrasi.

Dari aspek kebijakan makro, Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Didin S. Damanhuri, memberikan evaluasi kritis terhadap ekonomi politik pertanian di Indonesia. Beliau menyoroti kegagalan proyek Food Estate skala besar yang cenderung meminggirkan petani dan merusak ekologi lokal demi keuntungan korporasi. Sebagai solusinya, Prof. Didin mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi agraria dan konsolidasi lahan guna mendorong petani kecil mengelola unit koperasi terpadu minimal seluas 5 hektar demi mewujudkan kedaulatan pangan lokal.

Dipandu oleh moderator Cahyo Kartiko, SP., MM., webinar ini menyimpulkan bahwa ketahanan pangan jangka panjang membutuhkan transformasi holistik yang mencakup stabilitas harga yang adil, inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan petani. Sebagai langkah konkret ke depan, panitia dan para narasumber akan menyusun seluruh rekomendasi strategis hasil diskusi ini ke dalam ringkasan kebijakan (policy brief) serta buku kompilasi nasional untuk diserahkan langsung kepada para pembuat kebijakan.

Related Posts