Seminar Nasional : KOPERASI SEKTOR RIIL YANG BERDAYA SAING DALAM PEMBANGUNAN YANG INKLUSIF MENGHADAPI TANTANGAN DISPARITAS EKONOMI


PRESS RELEASE
Seminar Nasional “Koperasi yang Berdaya Saing dalam Pembangunan yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi”

WhatsApp Image 2018-09-05 at 19.54.17Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB) telah menyelenggarakan seminar nasional koperasi pada Rabu, 5 September 2018 di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Seminar ini mengangkat tema “Koperasi yang Berdaya Saing dalam Pembangunan yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi” dan bekerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UKM dalam menghadirkan keynote speaker dari Kementerian Koperasi dan UKM yaitu Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc yang merupakan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi IPB, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.ScF.Trop, saat membuka acara menyatakan bahwa koperasi baik sebagai lembaga maupun sebagai perorangan memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan nasional sehingga perkembangan koperasi khususnya koperasi sektor rill sangat diharapkan terutama dalam mendorong perkembangan UMK (usaha mikro dan kecil) dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Lebih dari 90% usaha di Indonesia tergolong UMK dan secara umum UMK, terlebih untuk UMK di sektor pertanian, secara luas menghadapi struktur pasar yang tidak menguntungkan. Pengembangan koperasi sektor riil juga dapat menghasilkan multiplier effect yang tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui penciptaan kesempatan kerja maupun dalam menggerakan sektor usaha lainnya baik di hulu maupun di hilir. Dalam era globalisasi dan digital, pengembangan koperasi sektor riil harus berdayasaing.
Sementara itu Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Ir. Yeti Lis Purnamadewi, M.Sc.Agr menyatakan bahwa seminar ini sangat penting dan bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan dalam pengembangan koperasi sektor riil yang berdaya saing. Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menuangkan pemikiran dan konsep pengembangan sektor riil yang berdayasaing. Selain itu seminar ini mengundang berbagai stakholder yaitu pemerintah, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan dapat dilakukan sinergi dalam mempercepat pemerataan hasil pembangunan melalui pengembangan koperasi sektor riil.
WhatsApp Image 2018-09-05 at 19.52.07Seminar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari koperasi ke-71 yang jatuh pada 12 Juli 2018 yang lalu. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc menyatakan dukungannya terhadap tindak lanjut seminar melalui  kerjasama penyusunan buku hasil seminar nasional serta dalam  penyusunan grand strategy pengembangan koperasi sektor riil dalam rangka implementasi kebijakan reformasi koperasi.  Selain itu, dukungan juga diberikan kepada IPB untuk mendirikan pusat studi koperasi dan UKM dimana Kementerian Koperasi dan UKM  memang sangat memerlukan masukan baik berupa konsep maupun hasil kajian/studi untuk menyusun kebijakan dalam menjawab tantangan bagi pengembangan  koperasi sektor riil.
Seminar juga menyajikan pemaparan dari dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen, yaitu Dr. Ir. Lukman M Baga MA.Ec, Dr. Asep Nurhalim, Lc., M.Pd.I, Dr. Ir. Yeti Lis Purnamadewi, M.Sc.Agr dan Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA. Pemaparan pada sesi ini menyampaikan konsep bagaimana mengembangkan/membangun koperasi sektor riil yang berdaya saing yang mampu mengembangkan usaha dan kesejahteraan anggotanya serta pada gilirannya dapat berkontribusi  dalam pembangunan ekonomi  dan pemerataan hasil pembangunan atau memperkecil disparitas ekonomi.  Pemaparan pada sesi berikutnya dilakukan oleh para praktisi yaitu Kamaruddin Batubara, SE (Koperasi Simpan Pinjam BMI),  Ir. Wildan Mustofa, MM (Pengusaha/Owner Java Frinsa Estate) dan H. Aun Gunawan, SE (Koperasi Peternakan Bandung Selatan). Para praktisi yang hadir pada seminar ini memaparkan pengalamannya dalam menjalankan/bekerjasama dengan koperasi sektor riil dan memberikan masukan terhadap konsep-konsep yang dikemukakan oleh pembicara pada sesi sebelumnya. Selain oleh para pembicara, penyelenggaraan seminar nasional ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor seperti Bank BRI, Bank BTN, ITAPS IPB, LPDB-KUMKM, CARE IPB dan Inter-CAFE IPB. (YLP)